Sunday, January 16, 2011

Patah Hati

Luka di jari terasa sakit hanya beberapa hari sampai dia menutup lagi dengan meninggalkan bekas, 
dan luka di hati tidak pernah terlihat tetapi begitu pedih, perih dan sakitnya terasa sangat lama.


Kau tidak seperti dulu
yang ku kenali dulu
rupa hilang seri
manakah manisnya

kau tidak seperti dulu

yang ku kenali dulu
madah tak berlagu
manakah girangnya

patah hati

jangan terdampar sepi
jangan tersungkur mati
patah hati
jangan leburkan mimpi
jangan memakan diri

bukankah Tuhan ciptakan malam

untuk beradu menanti siang
bukankah Tuhan titiskan hujan
menanti limpah kemarau panjang

4 comments:

Tuan Punya Hati said...

kenapa kakanda bermuram durja. andai kakanda sudi akan adinda tadah telinga ni untuk mendengar rintihan tu. huhu...(adinda yg concern)

nadia said...

tiada apalah gerangannya wahai dinda. biarlah kanda menanggung beban ini seorang diri. janganlah adinda risau :)

Tuan Punya Hati said...

jika begitu bicara kanda,adinda di sini hanya mengikut. semoga hati kanda bercantum seperti sedia kala. dinda di sini berdoa dr jauh ya.love ya

nadia said...

menjujung kasih atas doa adinda. sesungguhnya, kanda sangat berbesar hati mendengarnya :)